Agama katolik didirikan pada Abad Pertengahan dan bentuknya tidaklah sama dengan
agama Kristen dan berebeda dengan denominasi lainnya. Praktik ritual Katolik
sangat ketat dan masih mempertahankan struktur gereja lewat sebuah bentuk
struktural yang sangat mapan.
Sepanjang awal sejarah agama Kristen pada milenium pertama Masehi,
gereja mengalami banyak konflik terkait dengan kepemimpinan dan juga jemaat.
Tapi, tak sampai memasuki abad ke-11, sengketa berakhir dengan perpecahan. Pada
1054, kelompok Barat Kristen memisahkan diri dari Timur. Perpecahan ini dikenal
dengan istilah “Skisma Besar” yang akhirnya memunculkan Gereja Ortodoks Timur
serta Gereja Katolik Roma.
Gereja Katolik telah mengajarkan
bahwa Tuhan Yesus menginstitusikan sekitar tujuh sakramen, tak lebih dan tak
juga kurang, baik itu menurut kitab suci ataupun tradisi sejarah serta sejarah
gereja. Sementara itu, sakramen yang sudah diakui oleh Gereja Katolik Roma
adalah sebagai berikut.
- Baptis
- pengakuan dosa
- Ekaristi
- penguatan/krisma
- Imamat
- pernikahan
- pengurapan orang sakit
Di dalam ajaran agama
Katolik, sakramen dianggap sebagai berkat penyelamatan khusus yang
diwariskan kepada gereja oleh Yesus Kristus. Sementara itu, Santo Agustinus
berpendapat bahwa sakramen itu adalah tanda terlihat dari rahmat Allah yang tak
terlihat.
Katolik dapat dikatakan sebagai kelompok agama terbesar di seluruh dunia
dengan lebih dari 1 miliar penganut. Jumlah penganut ini adalah seperenam dari
jumlah penduduk dunia. Umat Katolik banyak ditemukan di seluruh wilayah Eropa
Barat dan juga Amerika yang banyak juga dipengaruhi dari Italia serta Amerika
Latin.
Di Indonesia, penyebaranajaran Katolik telah dimulai saat
Portugis datang. Penyebaran agama Katolik di Indonesia dilakukan oleh sejumlah
misionaris pada abad ke-16 dan abad ke-17, yaitu di Maluku dan Flores.
Sementara itu, di Pulau Jawa, kepercayaan ini masuk pada era pemerintahan
Herman Willem Daendels pada abad ke-19 di Batavia.
Pada saat itu, gereja pertama dibangun pada 1807 dan ini diakui
oleh Vatikan. Saat ini, penduduk Indonesia yang menganut Katolik diperkirakan
berjumlah 7.380.203 orang atau sekitar 3,05% dari total populasi di Indonesia.
Sebuah studi tahunan yang dilakukan oleh Status Global Misi
menyimpulkan bahwa pada masa millenium pertama ini orang yang tak percaya pada
agama berkurang sekitar 2.700.000 anggota, ateis akan kehilangan sekitar 1
juta, serta sekitar 370 ribu anggota masih tetap setia. Sementara itu, agama
Katolik tumbuh dengan rata-rata per hari adalah sekitar 34.000 orang. Lalu,
agama Islam memperoleh pengikut baru sekitar 79.000 per hari dan agama Hindu
sekitar 37.000 pengikut.
Sejak 2000 sampai 2011, individu berkategori “tidak beragama”
berkurang sekitar 700 anggota per harinya, sedangkan kelompok ateis akan
berkurang pengikutnya sekitar 300 orang per hari. Angka-angka tersebut
diterbitkan oleh biro Analisis Digital.
Bila membandingkan jumlah angka pada saat ini dengan jumlah angka
pada 1970 atau jika dilihat dalam jangka waktu 40 tahun lebih, adanya
peningkatan revolusi seksual yang terjadi di dunia barat serta dari ateisme
komunis di Eropa Timur, kelompok ateisme sudah kehilangan sekitar 28 juta
pengikut.
Di sisi lain, dengan hancurnya rezim komunis, maka ada banyak
individu, khususnya di negara-negara Eropa Timur, menyatakan diri sebagai
golongan ateis, baik itu karena alasan budaya ataupun kepentingan politik.
Perlu diketahui bahwa ateisme negara itu banyak disukai oleh berbagai rezim.
Seni rupa di dalam ajaran Katolik itu
meliputi seluruh kumpulan karya visual yang diciptakan sebagai sebuah upaya
untuk menunjang, menggambarkan, serta melukiskan ajaran-ajaran Gereja Katolik
Roma ke dalam bentuk yang dapat dicerna. Karya-karya tersebut termasuk juga
karya lukis, ukir, karya logam, mosaik, jahitan, dan arsitektur.
Kesenian agama
Katolik memiliki peranan cukup penting dalam sejarah dan juga
perkembangan kesenian dunia barat sejak abad ke-4 Masehi. Tema terpenting dalam
kesenian ini yaitu masa kehidupan Yesus Kristus, termasuk pula di dalamnya masa
kehidupan murid-murid Yesus, orang-orang suci (santo atau santa), serta
berbagai peristiwa Perjanjian Lama yang berasal dari kebudayaan Yahudi.
1. Romanesko
Romanesko adalah sebuah kesenian yang sudah lama didahului oleh
zaman Pra-Romanesko. Kesenian ini mulai berkembang di Eropa Barat sejak 1000
Masehi sampai lahirnya gaya Gothik. Bangunan gereja biasanya ditandai lewat
peningkatan ukuran tinggi serta ukuran total bangunan.
Atap-atap berkubah ditopang dengan tembok-tembok batu tebal,
pilar-pilar sangat besar, dan juga lengkungan-lengkungan sempurna. Sementara
itu, suasana di dalamnya yang cukup gelap menjadi terang dengan lukisan-lukisan
bertema Yesus, Maria, dan para orang suci. Lukisan-lukisan tersebut sering
dilukiskan sesuai dengan model gaya Byzantium.
2. Kesenian Gothik
Kesenian bernama Gothik ini tercipta pada pertengahan abad ke-12
di Perancis. Bangunan besar pertama yang berdesain Gothik adalah Basilika
Saint-Denis. Bangunan bergaya Gothik ini dibangun oleh Biarawan Kepala Suger.
Sementara itu, ordo-ordo biarawan yang terbilang baru, khususnya para biarawan
Carthusian dan Cistercian, dikenal sebagai pembangun penting. Mereka telah
mengembangkan gaya-gaya khas dan berbeda yang selanjutnya disebarkan ke seluruh
wilayah Eropa.
3. Kesenian Renaissans
Kesenian Renaissans muncul karena secara besar-besaran dipengaruhi
oleh adanya atau “kelahiran kembali” ketertarikan seputar bidang seni dan juga
budaya antik atau klasik. Pada awalnya, kesenian ini berfungsi melanjutkan
gaya-gaya dari masa sebelumnya tanpa adanya perubahan yang sangat berarti.
Kesenian Renaissans hanya memakai busana serta latar belakang
arsitektur yang bergaya klasik dan semuanya ternyata cocok sekali untuk
berbagai tema Perjanjian Baru. Tapi, punahnya intensitas keagamaan jelas sekali
terlihat pada berbagai lukisan kerohanian dari Era Renaissans Awal.
Berbagai lukisan dinding yang terkenal di dalam Kapel Tornabuoni
karya Domenico Ghirlandaio terlihat jelas menggambarkan secara detail keadaan
kota yang kaya raya. Penggambaran ini justru lebih dominan dari tema-tema utama
mereka, yaitu “Kehidupan Sang Perawan” dan “Kehidupan Santo Yohanes Pembaptis”.
Sementara itu, kumpulan lukisan dinding lainnya di Kapel Magi
karya Benozzo Gozzoli lebih cenderung bertema sebuah perayaan status keluarga
Medici daripada tema “Kehadiran Sang Magi”. Kedua contoh yang masih memakai
busana kontemporer tersebut berasal dari Florence, pusat zaman Renaissans Awal.
Wilayah ini pun merupakan tempat penginjil ordo Dominikan bernama
Savonarola melakukan aksi serangannya terhadap keduniawian hidup serta seni
para penduduk kota itu. Puncaknya, terjadi sebuah peristiwa yang dikenal dengan
sebutan “Api Unggun Keangkuhan” pada 1497.
Para penginjil yang lain sebenarnya sudah melakukan hal serupa
selama bertahun-tahun, tetapi dalam skala lebih kecil. Selain itu, ada beberapa
seniman di era Renaissans Awal seperti misalnya Fra Angelico dan Botticelli
yang taat sekali kepada ajaran agama. Tapi sayang, ada juga yang terjebak masuk
ke dalam kelompok yang dimusuhi oleh Savonarola seperti Botticelli.
4. Konsili Trento
Setelah habisnya era 1520, lukisan Italia, kecuali karya-karya
seni dari Venice, berkembang sebagai aliran Mannerisme, sebuah gaya yang
dianggap sulit sekali dan berupaya memberikan pengaruh sangat mendalam. Hal ini
memunculkan kekhawatiran dari pihak pejabat gereja, sebab karya-karya tersebut
kurang mempunyai daya tarik bagi sebagian besar masyarakat.
Adanya tekanan dari pihak Gereja untuk membatasai
gambaran-gambaran keagamaan setidaknya memengaruhi karya seni pada masa itu,
yaitu sejak era 1530-an dan berakhir dengan keluarnya dekrit pada bagian akhir
Konsili Trento pada 1563. Dalam hal ini, termasuk juga di dalamnya
kalimat-kalimat pendek serta tak jelas yang mengulas seputar gambar-gambar
religius. Hal tersebut berpengaruh sekali terhadap perkembangan kesenian Katolik.
Sebelumnya, konsili-konsili Katolik hampir tak
pernah merasa perlu untuk menginformasikan posisi gereja secara terbuka tentang
hal-hal tersebut. berbeda dengan gereja-gereja Ortodoks Timur yang sudah
berulang kali mengatur berbagai jenis gambar religius tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar