Sebanyak 41 orang
dari 162 penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang diperkirakan jatuh di
Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, berasal dari Gereja Mawar Sharon Surabaya.
Pendeta gereja tersebut Philip Mustofa mengatakan para anggota jemaatnya akan pergi
ke Singapura untuk berlibur.
Di bandara Juanda,
Surabaya, pendeta ini juga menggelar doa bersama. "Tidak ada yang tidak
mungkin, Tuhan lebih besar dari apa pun di dunia ini," ujarnya di bandara
Juanda seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (2/1).
"Tuhan bukan
iblis, Dia pasti membantu kita walaupun kita sedang berada di dalam jurang
kegelapan," lanjutnya.
Melalui akun
Facebooknya yang memiliki lebih dari 500.000 pengikut, ia mengunggah beberapa
foto dirinya dan keluarga para korban yang melakukan doa bersama pada Selasa
(30/12). Selain foto, dia juga menulis "Mari bersama-sama denganku dan
keluarga penumpang QZ8501 kita berdoa. Hatiku pergi bersama dengan para saudara
kita di sana," tulisnya.
Tak hanya di situs
Facebook, dia juga mengunggah foto-foto tersebut di akun Instagramnya dan
menuliskan "Dukaku bersama mereka para jemaat gereja kita dan penumpang
QZ8501 lainnya."
Seorang anggota keluarga korban Linca Gonimasela mengatakan anak lelakinya berusia 13 tahun ikut jadi korban hilangnya pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia itu. Namanya Adrian Fernando, dia pergi bersama tante, om, dan sepupu perempuannya. Linca sendiri tidak ikut pergi lantaran harus bekerja.
Seorang anggota keluarga korban Linca Gonimasela mengatakan anak lelakinya berusia 13 tahun ikut jadi korban hilangnya pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia itu. Namanya Adrian Fernando, dia pergi bersama tante, om, dan sepupu perempuannya. Linca sendiri tidak ikut pergi lantaran harus bekerja.
"Dia anak saya
satu-satunya. Awalnya dia tidak ingin ikut, namun kemudian ia akhirnya setuju
untuk bergabung bersama saudaranya merayakan tahun baru di sana," ujar
sang ibu.
Sejauh ini sudah ada 16 jenazah korban yang ditemukan di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Sudah empat jenazah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan ke keluarganya. Mereka adalah Hayati, Khairunnisa, Kevin, dan Grayson.
Sejauh ini sudah ada 16 jenazah korban yang ditemukan di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Sudah empat jenazah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan ke keluarganya. Mereka adalah Hayati, Khairunnisa, Kevin, dan Grayson.
Sumber : Merdeka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar