Selasa, 04 November 2014

Gereja harus keluar dari zona nyaman, datang menemui masyarakat

Gereja harus keluar dari zona nyaman, datang menemui masyarakat thumbnail

 DEMIKIAN gema utama acara pembukaan Sidang Tahunan 2014 KWI Para Uskup Indonesia yang diawali dengan perayaan Ekaristi di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jl. Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 3 November 2014.
Sebanyak 36 Uskup dari seluruh penjuru Indonesia datang menghadiri perayaan Ekaristi menandai dibukanya secara resmi Sidang Tahunan KWI 2014. Perayaan Ekaristi meriah ini juga dihadiri oleh tiga uskup emeritus, administrator apostolik Keuskupan Agung Samarinda.
Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi juga berkenan datang menghadiri Misa pembukaan Sidang Tahunan KWI ini. Juga, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Agustinus Dungga dan utusan PGI Pendeta Gomar Gultom dalam kapasitasnya sebagai Sekum PGI. Ikut hadir Yulius Kardinal Darmaatmadja SJ.
Ketua Presidium KWI Mgr Ignatius Suharyo dalam Misa pembukaan ini mengajak semua Uskup dari seluruh Indonesia peserta Sidang Tahunan KWI 2014 untuk berkaca pada semangat pembaharuan yang sedang kini tengah hangat-hangatnya dihidupi oleh Paus Fransiskus.
Uskup Agung Jakarta mengatakan bahwa  sosok Gereja yang keluar dari lingkungan zona amannya sendiri dan pergi serta datang menjumpai masyarakat manusia dalam situasi hidupnya yang riil.
Sedangkan Dirjen Bimas Katolik Agustinus Dungga mengulas beberapa poin penting yang menjadi harapan Bapa Suci sebagaimana tersaji dalam dokumen Evangelii Gaudium. Inilah visi baru Ggereja dalam dunia modern. Gereja yang menjumpai manusia.
 Sementara, Pendeta Gultom mengajak peserta untuk merefleksikan kesiapan Gereja dalam menghadapi revolusi mental yang sedang dihidupi dan menjadi model kepemimpinan Presiden.
Ajakan revolusi mental sudah menjadi bagian dari seruan Surat Paulus kepada umat di Roma 12, “berubahlah….
Pembaharuan budi ini mengajak kita melihat Injil sebagai roh pembebasan bagi masyarakat. Pemberitaan injil tidak lagi ajang untuk kemudian menjadi anggota, tetapi bagaimana umat menghidupi semangat Injil di dalam kehidupan.
Mgr Filipazzi mengatakan, Konferensi Waligereja Indonesia dan perwakilian kepausan sama-sama melayani Gereja di Indonensia.
Ia juga mengharapkan agar pelayanan bersama ini dalam terlaksana dengan baik.
 Gereja Katolik Indonesia, kata dia, kini tengah menantikan kehadiran tiga uskup baru untuk diosis Samarinda, Sintang dan Malang. Termasuk rencana pemekaran satu wilayah keuskupan lagi di kawasan Sumatra.
Menurut Dubes Vatikan yang fasih berbahasa Indonesia ini, sebuah karya pastoral, doa dan kontemplasi harus menyentuh hati manusia. Motivasi pewartaan injil adalah cinta akan Yesus yang kita imani. Menjumpai Tuhan dan sesama. Melalui pelayanan kita, Tuhan dan manusia bisa berjumpa.

Sumber: mirifica.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar